yeah kamu.
kalau kamu terus membaca ini, hati kamu akan terdetik itu adalah kamu. ya memang daku sengaja. supaya kamu tahu keinginan daku, adalah untuk kamu mengerti kenapa daku begitu protective tidak menerima kamu, dulu.
kamu, sehingga hari ini, kamu adalah seorang yang begitu satu dalam hidup daku. datangnya cinta dari kamu, hanya sekali, satu, tidak similar lansung dengan yang lain. keikhlasan kamu, kesungguhan kamu, adalah satu, tiada seperti lain, buat daku sentiasa ingat.
tapi kita begitu muda saat kita ditemukan. muda, apa yang kamu fikir tentang cinta?
pegang tangan?
berduaan?
dating?
kita ada agama, kita muslim. kamu tahu itu nafsu, hasutan syaitan. ada caranya menjalinkan hubungan yang halal. tapi saat itu kita masih tidak layak, tidak wajib menjalinkan hubungan. jadi daku bengis terhadap kamu, semoga kita tidak bersatu saat itu. semoga kita tak terpesong. daku minta kamu putus asa. dalam hati, daku ada juga tidak rela.
kamu pergi. perlahan, demi perlahan.
suara kamu, untuk kita, suatu hari, akhirnya bersatu dengan halal, kamu harap. daku sambut, dalam hati ada ragu, ada rasa untuk pegang kepadanya.
sekarang?
adakah itu masih dipegang kamu?
adakah kamu mempelajari untuk memahami kelakuanku terhadap kamu dulu itu?
kamu, daku teruskan hidup, memang kita ditakdirkan berjauhan.
di saat daku memohon kepada Allah untuk dipertemukan jodoh yang baik, suami yang membimbing daku ke jalan-Nya, dan memberikan zuriat yang soleh dan solehah, daku pejamkan mata. dan bayang kamu, seperti pula ada.
apakah?
astagfirullah.
apakah status hidup kamu sekarang? ah dunia ini kecil. sekecilnya langkah kita. namun kita masih tak dipertemukan kembali. juga daku takut untuk menemui kamu, kalau kamu masih tewas, iman lemah kepada nafsu hasutan syaitan. kehidupan menjadi seorang isteri, hanyalah daku berikan kepada lelaki yang daku yakin boleh membimbing daku ke jalan Allah.
KALAU benar sekarang daku sanggup menikahi pemuda lain, redhai lah pernikahan daku. kamu harus tahu, cinta kamu bukan tidak diterima dulu kerana ia hina.
ia tidak hina, cuma terlalu duniawi.
membawa kelalaian. tapi daku serius, tahu ia ikhlas. satu - satunya ikhlas, daku hampir terima!
dan kamu harus tahu, cinta untuk daku adalah sepatutnya setelah cinta kamu terhadap Allah, terhadap Rasulullah dan agamamu Islam, kemudian keluarga kamu. daku tak mahu menjadi cinta yang utama.
ia duniawi.
k e n a p a .
kenapa kalau kamu bukan jodoh daku, daku masih mengingati kamu? rindu? adakah ini dugaan untuk imanku?
teguhkah iman kamu sekarang?
jika ya, dan jika bukan jodoh kita untuk bersama, daku doakan semoga kamu dipertemukan dengan jodoh yang baik, dan sentiasa mengingatkan kamu tanggungjawab kamu, seorang muslim.
jika jodoh kami bersama, daku mohon ya Allah ya Tuhanku, permudahkanlah penyatuan jiwa kami.
maaf. tidak dibenarkan komen.
.janganberanitanyasiapa.